Saat rindu ini beradu....
Aq hanya mampu panggil namamu...
Dalam setiap rintihan doa ku..
Kenapa jurang ini terbentang begitu dalam..
Meninggalkan luka yang masih menganga...
Ah....kasih.....
Sesulit inikah untuk bisa menemuimu...
Dalam garis takdir Ilahi...
Aq hanya mampu panggil namamu...
Dalam setiap rintihan doa ku..
Kenapa jurang ini terbentang begitu dalam..
Meninggalkan luka yang masih menganga...
Ah....kasih.....
Sesulit inikah untuk bisa menemuimu...
Dalam garis takdir Ilahi...
Mobil ini berhenti di sebuah pekarangan rumah mewah. MangbUjang lari tergopoh-gopoh kearahku...
"Kemana saja kamu....,? Aga mencarimu..."
"Belanja bulanan ....tumben si bos nyari...ada barang yang hilang...?" Sekilas ku tatap Mang Ujang yang membantuku menurunkan bawaanku.
"Udahlah...cepatlah naik...biar aku yang bereskan ini..." dibawanya semua bawaanku masuk...
"Kemana saja kamu....,? Aga mencarimu..."
"Belanja bulanan ....tumben si bos nyari...ada barang yang hilang...?" Sekilas ku tatap Mang Ujang yang membantuku menurunkan bawaanku.
"Udahlah...cepatlah naik...biar aku yang bereskan ini..." dibawanya semua bawaanku masuk...
Kamar itu masih rapi...tak kulihat Aga disana...mungkin dia diruang kerja...
"Dari mana saja kamu...." Suaranya ketus amat ya...kebiasaan kalau udah gini...mesti diem aku..biar ndak tambah panas..
" Dari supermaket...ada apa?" sekilas aku memandangnya
"Siapkan keperluanku...siang nanti aku ke singapure..." Aga masih sibuk dengan tumpukan map didepannya tampa menoleh sedikit pun kearah ku.
"Sudah semua...tiket juga sudah kumasukan di saku jas mu..."ku jawabku pelan.. Ah...tak bisakah dia melihatku sekilas saja sebelum pergi..kali ini aku sangat berharap dia melakukannya...
"Kau yakin tak ada yang ketinggalan...?" dia masih asyik dengan kesibukannya..Aku membuka tas kecilku dan mengeluarkan agendaku lagi...kuperiksa catatan ku...semua sudah siap...sepertinya tak ada yang kurang...
Diamelangkah keluar...sepertinya terburu-buru.... baguslah...dia pergi tampa ucapan apapun...juga tampa ciuman dan pelukan...bagus dech...pergi aja sana...tampa sadar aku sepwrti ekor baginya..mengikutinya kemanapun dia pergi.
"Dari mana saja kamu...." Suaranya ketus amat ya...kebiasaan kalau udah gini...mesti diem aku..biar ndak tambah panas..
" Dari supermaket...ada apa?" sekilas aku memandangnya
"Siapkan keperluanku...siang nanti aku ke singapure..." Aga masih sibuk dengan tumpukan map didepannya tampa menoleh sedikit pun kearah ku.
"Sudah semua...tiket juga sudah kumasukan di saku jas mu..."ku jawabku pelan.. Ah...tak bisakah dia melihatku sekilas saja sebelum pergi..kali ini aku sangat berharap dia melakukannya...
"Kau yakin tak ada yang ketinggalan...?" dia masih asyik dengan kesibukannya..Aku membuka tas kecilku dan mengeluarkan agendaku lagi...kuperiksa catatan ku...semua sudah siap...sepertinya tak ada yang kurang...
Diamelangkah keluar...sepertinya terburu-buru.... baguslah...dia pergi tampa ucapan apapun...juga tampa ciuman dan pelukan...bagus dech...pergi aja sana...tampa sadar aku sepwrti ekor baginya..mengikutinya kemanapun dia pergi.
Aku mengantarnya sampai di teras depan rumahku...berharap di saat terakhir aku masih mendapatkan ciuman darinya..tapi...hangus....tak ada apa-apa...dan yang beruntung kali ini Devi.. cewek cntik perkulit putih dengan rambut sebahu dan juga selalu tampil modis itu pacar Aga...cewek itu sudah berdiri disamping mobilnya...dan tampa perlu perjuangan..dia mendapatkan pelukan dan kecupan...ah...nerakaku..buat aga aku tak lebih dari komputer berjalan...mesin rumah tangganya dan istri rahasiannya...tak lebih...
Taman belakang rumah ini begitu indah...entah kenapa baru sekarang aku memperhatikannya...atau aku terlalu sibuk selama ini hingga melewatkan pemandangan sebagus ini dihadapanku.
"Jangan melamun Han...nanti cepet tua lo..." mang ujang muncul dari belakangku sambil membawa peralatan berkebunnya..aku mendesah perlahan searasa beban dipundaku kini tak mampu kusangga lagi...
"Dah dapat pesenku,Mang?" Tanyaku...
"Dah....mungkin lusa dah datang...lumayanlah mereka pernah kerja kok sebelumnya.." JawabMang Ujang sambil merapikan rumput di taman belakang..
Mang ujang bukan hanya sebagai tukang kebun dan sopir di sini..tapi dia juga yang merawat Aga dari aga kecil hingga sekarang...buat ku dia sudah seperti ayah..Aga sangat menghormati Mang Ujang..dia orang kepercayaan Aga...
"Baguslah Mang...Tapi jangan bilang apa-apa soal aku pada mereka yang Mang...biar saja menganggap aku sama dengan mereka ..biar akrab nanti...syukur-syukur kalau mereka betah...jadi aku ada temennya.." aku mengamati Mang Ujang yang tampak cekatan merawat taman..
"Beres itu..tenang saja Han...aku akan awasi mereka baik-baik..." Mang Ujang tersenyum kearahku..
Aku melangkahkan kakiku kembaki ke kamarku, sudah 2 hari ini Aga ke ke Singapore dan dia jarang memberi kabar kecuali aku yang tlp atau sms..itupun juga sering diabaikannya...ah...nerakaku...sampai kapan akan berubah menjadi surga..atau selamanya akan tetap menjadi neraka...
"Jangan melamun Han...nanti cepet tua lo..." mang ujang muncul dari belakangku sambil membawa peralatan berkebunnya..aku mendesah perlahan searasa beban dipundaku kini tak mampu kusangga lagi...
"Dah dapat pesenku,Mang?" Tanyaku...
"Dah....mungkin lusa dah datang...lumayanlah mereka pernah kerja kok sebelumnya.." JawabMang Ujang sambil merapikan rumput di taman belakang..
Mang ujang bukan hanya sebagai tukang kebun dan sopir di sini..tapi dia juga yang merawat Aga dari aga kecil hingga sekarang...buat ku dia sudah seperti ayah..Aga sangat menghormati Mang Ujang..dia orang kepercayaan Aga...
"Baguslah Mang...Tapi jangan bilang apa-apa soal aku pada mereka yang Mang...biar saja menganggap aku sama dengan mereka ..biar akrab nanti...syukur-syukur kalau mereka betah...jadi aku ada temennya.." aku mengamati Mang Ujang yang tampak cekatan merawat taman..
"Beres itu..tenang saja Han...aku akan awasi mereka baik-baik..." Mang Ujang tersenyum kearahku..
Aku melangkahkan kakiku kembaki ke kamarku, sudah 2 hari ini Aga ke ke Singapore dan dia jarang memberi kabar kecuali aku yang tlp atau sms..itupun juga sering diabaikannya...ah...nerakaku...sampai kapan akan berubah menjadi surga..atau selamanya akan tetap menjadi neraka...
Suara derit pintu mengejutkanku...Aga masuk dengan tergesa.. aku masih setengah sadar ketika dia menariku..tanganku terasa sakit , gemgamannya terlalu kuat..
"Kenapa tak pernah balas smsku, telephonmu juga ndak pernah aktiv.." aku menatap bingung kearahnya...nah..bukannya kebaik...
"Nah...bukannya kebalik..kamu yang melarangku untuk menghubungimu selama kamu disana karena kamu takmau diganggu..." Aku malah jadi emosi..
"Jangan ngaco kamu..." Tatapannya begitu dingin seakan siap menelanku...
"Aku tak pernah bohong padamu...dan kau tau itu Tuan Aga Ardana " Aku sudah habis kesabaranku..teganya dia meragukanku. Aku mengibaskan tangan ku bagaimanapun juga aku juga pernah belajar ilmu bela diri..dia menghalangi jalanku..
"Sudah cukup..." Aku menunjuk karahnya..nafasku sudah naik turun menahan gemuruh di dadaku..harusnya aku mendapatkan ciuman atau pelukan rindu darinya bukannya bertengkar seperti ini...apa dia tidak merindukan ku...
"Sudah cukup semua ini...bagimu aku cuma komputer berjalanmu kan...tak lebih dari itu...aku muak dengan semua ini...aku lelah...sebaiknya kita berpisah..." Aku berlari meninggalkannya...ah...benarkah yang aku ucapkan tadi...berpisah...apa aku bisa...teganya mulutku bilang seperti itu.....
"Kenapa tak pernah balas smsku, telephonmu juga ndak pernah aktiv.." aku menatap bingung kearahnya...nah..bukannya kebaik...
"Nah...bukannya kebalik..kamu yang melarangku untuk menghubungimu selama kamu disana karena kamu takmau diganggu..." Aku malah jadi emosi..
"Jangan ngaco kamu..." Tatapannya begitu dingin seakan siap menelanku...
"Aku tak pernah bohong padamu...dan kau tau itu Tuan Aga Ardana " Aku sudah habis kesabaranku..teganya dia meragukanku. Aku mengibaskan tangan ku bagaimanapun juga aku juga pernah belajar ilmu bela diri..dia menghalangi jalanku..
"Sudah cukup..." Aku menunjuk karahnya..nafasku sudah naik turun menahan gemuruh di dadaku..harusnya aku mendapatkan ciuman atau pelukan rindu darinya bukannya bertengkar seperti ini...apa dia tidak merindukan ku...
"Sudah cukup semua ini...bagimu aku cuma komputer berjalanmu kan...tak lebih dari itu...aku muak dengan semua ini...aku lelah...sebaiknya kita berpisah..." Aku berlari meninggalkannya...ah...benarkah yang aku ucapkan tadi...berpisah...apa aku bisa...teganya mulutku bilang seperti itu.....
Kasih...tak bisakah kau melihatku meski hanya sesaat...
Apa adanya diriku saat ini...
Aku bukan bidadari...
Yang selalu kemilau dan mempesona dihadanmu..
Aku hanyalah wanita biasa..
Yang mengabdikan diriku hingga nafas terakhirku
Dalam dekapan cintamu...
Karena inilah aku..
Dengan sekeping hati yang menunggu untuk dicintai..
Bukan dihancurkan...
Aku manusia...bukan benda mati
Yang kau pajang dan kau biarkan...
Tak bisakah semenit saja...
Kau belajar untuk mencintaiku...
Semenit saja....dan itu cukup bagiku...
Untuk tetap mencintaimu seumur hidupku..
Apa adanya diriku saat ini...
Aku bukan bidadari...
Yang selalu kemilau dan mempesona dihadanmu..
Aku hanyalah wanita biasa..
Yang mengabdikan diriku hingga nafas terakhirku
Dalam dekapan cintamu...
Karena inilah aku..
Dengan sekeping hati yang menunggu untuk dicintai..
Bukan dihancurkan...
Aku manusia...bukan benda mati
Yang kau pajang dan kau biarkan...
Tak bisakah semenit saja...
Kau belajar untuk mencintaiku...
Semenit saja....dan itu cukup bagiku...
Untuk tetap mencintaimu seumur hidupku..
Seneng hari ini akhirnya aku bisa mendapatkan teman baru...akhirnya aku tak sendiri lagi mengurus rumah ini...ada teman untuk bicara dan cerita...akhirnya...
" Oya...khusus hari minggu kalian tidah boleh masuk di rumah utama..karena hari minggu teman Pak Aga datang...jadi kalian boleh jalan-jalan atau tinggal diam di rumah belakang..ingat ya..jangan di langgar.." kataku pada mereka
"Ya mbak.." Murni dan indah menjawab bersamaan...
"Kalau masih ada yang mau ditanyakan bisa tanya mang Ujang langsung atau sama aku..." Murni dan indah kembali mengangguk..
"Ada anggota baru ya?" Suara khas itu mengagetkanku.senyumnya mengembang tampa beban..Marni dan Indah saling pandang..mereka jadi salah tingkah..jelaslah...ada cowok sekeren ini gimana mereka ndak salting...ah...dasar cewek..ndak bisa diem liat barang bagus...aku tersenyum melihat tingkah mereka..
"Oya...Marni, indah...ini Pak Aga..beliau pemilik rumah ini..." Aku berusaha menetralkan suasana...
Aga tersenyum tipis kearah mereka...senyum maut...dia aja jarang senyum kearahku tapi gampang banget umbar senyum ke orang...ndak adiilll....
"Hai...aku Aga dan ini istrku yang paling cantik...istri sekaligus komputer ku..." Dia memegang pundaku dan tersenyum simpul padaku...aseeem...kenapa pula dengannya...pake bilang istri komputer lagi..apa ngeh marni dan indah istilah kayak gitu.
Bukan cuma aku yang terkejut..tapi juga marni dan indah..suasana yang santai kini menjadi canggung..Aga pun berlalu dengan senyum kemenangannya dan aku mengikutinya dari belakang..seperti seekor anjing...
" Kenapa kau bilang pada mereka...Aku sudah wanti-wanti pada MangbUjang untuk tidak bilang apa-apa pada mereka tapi malah kamu yang cerita pada mereka..." dengusku kesal...dia menghentikan langkahnya saat kami sampai di ruang kerjanya.
"Sudahlah..ndak usah dibahas...aku sibuk.." dia masuk keruang kerjanya..
ih..pingin banget rasanya aku membantinya sekarang juga....agarnya cueknya itu berkurang..
"Yakin kamu mau membantinhku...boleh...tapi di kasur ya..." Aga muncul dari balik pintu..dengan senyum mautnya.aseeem...kenapa dia bisa tau pikiranku... Aku segera membalikan badanku meningalkannya..sebelum semakin salah tingkah di hadapan lelaki ini tapi belum sempat jauh dia sudah menariku...
"Siapa yang menyuruhhmu pergi...masuk..." dia menariku ke ruang kerjanya...dan membenamkanku seharian di sana...
" Oya...khusus hari minggu kalian tidah boleh masuk di rumah utama..karena hari minggu teman Pak Aga datang...jadi kalian boleh jalan-jalan atau tinggal diam di rumah belakang..ingat ya..jangan di langgar.." kataku pada mereka
"Ya mbak.." Murni dan indah menjawab bersamaan...
"Kalau masih ada yang mau ditanyakan bisa tanya mang Ujang langsung atau sama aku..." Murni dan indah kembali mengangguk..
"Ada anggota baru ya?" Suara khas itu mengagetkanku.senyumnya mengembang tampa beban..Marni dan Indah saling pandang..mereka jadi salah tingkah..jelaslah...ada cowok sekeren ini gimana mereka ndak salting...ah...dasar cewek..ndak bisa diem liat barang bagus...aku tersenyum melihat tingkah mereka..
"Oya...Marni, indah...ini Pak Aga..beliau pemilik rumah ini..." Aku berusaha menetralkan suasana...
Aga tersenyum tipis kearah mereka...senyum maut...dia aja jarang senyum kearahku tapi gampang banget umbar senyum ke orang...ndak adiilll....
"Hai...aku Aga dan ini istrku yang paling cantik...istri sekaligus komputer ku..." Dia memegang pundaku dan tersenyum simpul padaku...aseeem...kenapa pula dengannya...pake bilang istri komputer lagi..apa ngeh marni dan indah istilah kayak gitu.
Bukan cuma aku yang terkejut..tapi juga marni dan indah..suasana yang santai kini menjadi canggung..Aga pun berlalu dengan senyum kemenangannya dan aku mengikutinya dari belakang..seperti seekor anjing...
" Kenapa kau bilang pada mereka...Aku sudah wanti-wanti pada MangbUjang untuk tidak bilang apa-apa pada mereka tapi malah kamu yang cerita pada mereka..." dengusku kesal...dia menghentikan langkahnya saat kami sampai di ruang kerjanya.
"Sudahlah..ndak usah dibahas...aku sibuk.." dia masuk keruang kerjanya..
ih..pingin banget rasanya aku membantinya sekarang juga....agarnya cueknya itu berkurang..
"Yakin kamu mau membantinhku...boleh...tapi di kasur ya..." Aga muncul dari balik pintu..dengan senyum mautnya.aseeem...kenapa dia bisa tau pikiranku... Aku segera membalikan badanku meningalkannya..sebelum semakin salah tingkah di hadapan lelaki ini tapi belum sempat jauh dia sudah menariku...
"Siapa yang menyuruhhmu pergi...masuk..." dia menariku ke ruang kerjanya...dan membenamkanku seharian di sana...
Ahhh....capeknya.....akhirnya kelar juga... ndak adil...bener-bener ndak adil...Aga tidur dengan nyenyak setelah membuatku habis tenaga...sementara aku masih berkubang dengan setumpuk kerjaan ini...ahhh...awas kau Aga tapi senang juga bisa melihatnya tertidur lelap seperti ini, memandang wajahnya yang tampan begitu damai...tiba-tiba .kepalaku jadi pusing...mungkin terlalu lama duduk dan terlalu lama di depan komputer...enak banget sekretarisnya di kantor...karena kerjaannya aku yang selesaikan...ndak adil....
Aku mengenal Aga 5th yang lalu...saat orang tuanya datang ke panti... Sebagai penyumbang dana terbesar mereka tentu disambut baik oleh ibu yayasan... dan hari itu mereka berniat mencarikan teman buat aga...dan akhirnya pilihannya jatuh padaku...entahlah...apa yang membuat mereka memilihku tapi yang pasti kehidupanku berubah setelah itu...yang aku tau Aga memperlakukannku bukan sebagai adiknya ..tapi saat itu aku malah sebagai asistan nya..slalu mengekor kemanapun dia pergi..belajar banyak hal yang asing buatku...untung saja...otaku tak ruwet-ruwet amat...jadi bisa menerima semua yang diajarkan dengan cepet..meski kadang kami sering berdebat..hingga pada akhirnya kami merasa cocok. Tak disangka justru ini yang memicu Orang tua Aga untuk menikahkan kami..keputusan yang mendadak..aku dan Aga tak bisa menolak meski saat itu aga sudah punya seorang kekasih.dan akhirnya kami membuatbkesepakatan untuk tidak saling menyentuh hingga cinta itu muncul..seminggu kenudian orang tua Aga meninggal karena kecelakaan..sungguh aku merasa kehilangan figur orangvtua yang sangat luar biasa..
rumah tanggaku tak seindah yang dibayangka orang.menikah dengan orang kaya dan tampan justru menjadi neraka buatku..karena pada kenyataannya..aku dan Aga belum bisa menerima semua ini sepenuhnya...Aga masih berhubungan dengan kekasihnya dan aku masih tetap jadi asistandnya.yang hanya bisa mengabdi padanya sebagai bagian dari pengabdianku meski pada kenyataannya dia tak pernah melihat kearahku...dan selama itu pula kami tidur twrpisah..
rumah tanggaku tak seindah yang dibayangka orang.menikah dengan orang kaya dan tampan justru menjadi neraka buatku..karena pada kenyataannya..aku dan Aga belum bisa menerima semua ini sepenuhnya...Aga masih berhubungan dengan kekasihnya dan aku masih tetap jadi asistandnya.yang hanya bisa mengabdi padanya sebagai bagian dari pengabdianku meski pada kenyataannya dia tak pernah melihat kearahku...dan selama itu pula kami tidur twrpisah..
Jam menunjukan pukul 04.00 pagi..masih gelap..dan aku baru menyelesaikan tugas terakhirku.. pusing banget... makanan yang dibawakan Aga juga belum sempatbku sentuh...kepalaku terasa pusing..mungkin saja karena aku belum makan...dan kecapean.. aku bangkit dari duduk ku. Aga masih terlelap di sofa..Aku ngantuk baget.. Baru sesaat aku bangkit aku sudah jatuh dan dunia terasa gelap buatku..
Ketika ku sadar aku ada di kamar Aga..badanku nyeri..mungkin sewaktu jatuh badanku membentur lantai cukup keras hingga membuat tubuhku nyeri sekali...
"Udah bangun....kamu tidur lama banget..." Aga muncul sambil membawa mampan makanan.
"Jam berapa sekarang..." kenapa tubuhku ngilu sekali..
"Jam 10. pagi.., semalam kamu tak makan makannya pingsan.." dia memberiku teh hangat..
"Tumben kau baik padaku...kau kerasukan ya.." Ada sedikit kecurigaan di hatiku saat ini melihat sikapnya yang berubah dratis seperti ini..mungkin kemarin di kejatuhan sofa hingga membuatnya amnesia, lupa dengan sikapnya yang cuek itu..
"Aku cuma ingin menjaga istriku saja mulai dari sekarang apa tak boleh...?" Senyum nya terasa aneh buatku...jangan-jangan...
"Apa yang kau lakukan padaku saat aku tak sadar..." Aku meatapnya..mencoba mencari kebenaran tentang apa yang aku pikirkan saat ini...
"Tidak ada...aku cuma memeluk istriku yang sedang tertidur lelap aja...dan..." pandangannya terasa aneh buatku..
"Jangan bilang kalau kamu..." kalimatku terhenti tak sanggup tuk melanjutkan...
"Iya...dan kau tau...aku tak bisa menahannya.dan baru kusadari kalau selama ini aku melewatkan hal yang begitu indah..." seringainya terasa mengejek...dia mendekatiku..
"Kau..." aku kehilangan kata-kata sekarang dan ku rasa bukan cuma itu. saja.. aku kehilangan mahkotaku di sat yang tidak aku inginkan... Aku menutup wajahku dengan selimut..teganya dia memperkosaku di saat aku tak sadarkan diri.. lelaki macam apa dia...tegaaa...
"Tenang saja Hanum sayang....kita akan mengulanginya sekarang..dan aku akan membuatmu mengingatnya...setiap saat..." diamenarik selimutku.
"Jangan mendekat...." aku beringsut dari tempat tidur.. tak ku hiraukan kalau saat ini penampilanku sudah awut-awuta karna ulah Aga semalam. Dengan sigap dia sudah menangkapku hingga kami berdua jatuh di karpet empuk di dalam kamar Aga..
"Kau tau...kau sangat cantik kalau ketakutan seperti ini... kenapa mesti lari..aku suamimu Hanum sayang..." Wajah kami begitu dekat..aku bisa merasakan hembusan nafasnya saat ini..dan aku tak bisa berbuat apa-apa sekarang..tenaganya lebih kuat dariku..dan aku merasa butiran air mata kini mulai membasahi wajah ku..entah kenapa aku menangis..antara sedih,senang dan terluka...ya mungkin aku terluka karna bukan cara seperti ini yang kumau..benarkah dia sudah berubah.tapi.karna apa..? cinta...atau nafsunya...tak mungkin karena cinta, terlaku cepat jika itu memang karena cinta..mungkin nafsu ingin memiliki dan dipuaskan..
"Udah bangun....kamu tidur lama banget..." Aga muncul sambil membawa mampan makanan.
"Jam berapa sekarang..." kenapa tubuhku ngilu sekali..
"Jam 10. pagi.., semalam kamu tak makan makannya pingsan.." dia memberiku teh hangat..
"Tumben kau baik padaku...kau kerasukan ya.." Ada sedikit kecurigaan di hatiku saat ini melihat sikapnya yang berubah dratis seperti ini..mungkin kemarin di kejatuhan sofa hingga membuatnya amnesia, lupa dengan sikapnya yang cuek itu..
"Aku cuma ingin menjaga istriku saja mulai dari sekarang apa tak boleh...?" Senyum nya terasa aneh buatku...jangan-jangan...
"Apa yang kau lakukan padaku saat aku tak sadar..." Aku meatapnya..mencoba mencari kebenaran tentang apa yang aku pikirkan saat ini...
"Tidak ada...aku cuma memeluk istriku yang sedang tertidur lelap aja...dan..." pandangannya terasa aneh buatku..
"Jangan bilang kalau kamu..." kalimatku terhenti tak sanggup tuk melanjutkan...
"Iya...dan kau tau...aku tak bisa menahannya.dan baru kusadari kalau selama ini aku melewatkan hal yang begitu indah..." seringainya terasa mengejek...dia mendekatiku..
"Kau..." aku kehilangan kata-kata sekarang dan ku rasa bukan cuma itu. saja.. aku kehilangan mahkotaku di sat yang tidak aku inginkan... Aku menutup wajahku dengan selimut..teganya dia memperkosaku di saat aku tak sadarkan diri.. lelaki macam apa dia...tegaaa...
"Tenang saja Hanum sayang....kita akan mengulanginya sekarang..dan aku akan membuatmu mengingatnya...setiap saat..." diamenarik selimutku.
"Jangan mendekat...." aku beringsut dari tempat tidur.. tak ku hiraukan kalau saat ini penampilanku sudah awut-awuta karna ulah Aga semalam. Dengan sigap dia sudah menangkapku hingga kami berdua jatuh di karpet empuk di dalam kamar Aga..
"Kau tau...kau sangat cantik kalau ketakutan seperti ini... kenapa mesti lari..aku suamimu Hanum sayang..." Wajah kami begitu dekat..aku bisa merasakan hembusan nafasnya saat ini..dan aku tak bisa berbuat apa-apa sekarang..tenaganya lebih kuat dariku..dan aku merasa butiran air mata kini mulai membasahi wajah ku..entah kenapa aku menangis..antara sedih,senang dan terluka...ya mungkin aku terluka karna bukan cara seperti ini yang kumau..benarkah dia sudah berubah.tapi.karna apa..? cinta...atau nafsunya...tak mungkin karena cinta, terlaku cepat jika itu memang karena cinta..mungkin nafsu ingin memiliki dan dipuaskan..
Matahari masih enggan mengintip..suara kokok ayam jantan pun mulai terdengar.. Aga masih terlelap di sampingku...wajahnya tampak begitu damai nafasnya teratur..ada kepuasan terpancar disana...bergegas aku ke kamar mandi. Dinginnya air yang membasahi tubuhku membuatku tersadar banyak hal yang terlewati kali ini...harusnya...bukan seperti ini...ya..harusnya....
"Bu....eh..mbak..." Marni tampak gugup ketika melihatku turunbmenghampirinya..
"hehehe....udah..jangan canggung gitu..panggil mbak aja..kan umur kita ndak beda jauh..." aku menatap sekilas ke arah mereka sebelum mengeluarkan isi kulkas...
"Mbak mau apa...biar kami yang siapin.." Marni mendekat padaku..
"heheh..ndak usah...biar aku yang masak..kamu teruskan saja kernjaaanmu..setelah itu cepat ajak Indah kerumah belakang...aku akan mengantar makanan kalian kesana.." aku harus bergerak cepat..ini hari minggu..genk Aga pasti akan segera datang. Marni bergegas meninggalkan dapur..
"hehehe....udah..jangan canggung gitu..panggil mbak aja..kan umur kita ndak beda jauh..." aku menatap sekilas ke arah mereka sebelum mengeluarkan isi kulkas...
"Mbak mau apa...biar kami yang siapin.." Marni mendekat padaku..
"heheh..ndak usah...biar aku yang masak..kamu teruskan saja kernjaaanmu..setelah itu cepat ajak Indah kerumah belakang...aku akan mengantar makanan kalian kesana.." aku harus bergerak cepat..ini hari minggu..genk Aga pasti akan segera datang. Marni bergegas meninggalkan dapur..
Wuih...selesai juga...semua dah beres...aq harus segera berlalu sebelum genk gila itu datang...membuat keributan dengan pwsta gila mereka..
"Mang..antar ini ke belakang...." Aku menyerahkan rantang makanan ke mang Ujang...
"Cepatlah naik Han...sepertinya mereka sudah datang..." Mang ujang segera berlalu setelah menerima rantang itu...
Aku segera berlalu dari dapur..ketika suara seorang lelaki mengagetkanku...
"Hy cantik...lama tidak bertemu...makin segar aja sekarang..." suara rudi yang ramah tapi sarat dengan rayuan cendol bikin aku neg....
"Maaf..aku mau ke atas...Kalau mau makan...sudah aku siapkan..." Aku beringsut menjauh..tapi Rudi menghalangi jalanku...matanya jalang menatapku membuat aku risih..
"Ehem..." Suara dehem dari arah tangga mengejutkan kami spontan kami menoleh keatas....
"Hy brow...baru bangun kau....lecek banget kau...habis perang ya? tenang aku cuma menyapanya kok.." Rudi terkekeh...
" Hy sayang....kenapa samalam tak menelpon ku...aku kangen...." Suara cewek yangvpaling aku benci di seluruh dunia itu kini sudah ada di hadapanku...dengan riangnya di melangkah menaiki anak tangga dan mendekati Aga yang dingin tampa expresi..dan. takbpeduli dengan keberadaanku disana..cup..ciumannya mendarat di pipi Agadisana tangannya pun sudah memeluk tubuh aga sekarang.....darahku mendidih sekarang...apa artinya ini..tak bisakah mereka menghargaiku..bergegas aku menaiki anak tangga dan masuk ke kamarku..menumpahkan kekesalanku dengan membanting pintu kamarku.keras-keras..persetan mereka dengar atau tidak...teganya dia padaku...setelah apa yang kami lakukan semalam kini dia dengan santainya memeluk gadis lainkeras-keras dan semua ternyata tak ada artinya...ya...semalam memang bukan yang pertama aku melakukan nya dengan Aga...sebulan yang lalu dia juga melakukannya dengan keadaan mabuk.. tak sadarkah dia saat itu..jika sedang bersamaku..aku tak ubahnya seperti pelacurbsaja..diingat saat butuh setelah itu ditinggalkan begitu saja seolah tak terjadi apa-apa. kenapa suatu hubungan harus dimulai dengan suatu yang salah...kenapa?..tak bisakah aku menjalani ini dengan normal sama seperti yang lainnya.
Kemarahan ini membakarku sayang...seperti api yang tak terkendali..
tak tahukah kamu...
dengan mudahnya kau menamam benih penderitaan padaku..
menyemainya dengan rasa sakit yangbtak bertepi..
tanpa memupukbya dengan cinta..
hasil apa yang kau harapkan sayangku...
cinta...atau kehancuran....
"Mang..antar ini ke belakang...." Aku menyerahkan rantang makanan ke mang Ujang...
"Cepatlah naik Han...sepertinya mereka sudah datang..." Mang ujang segera berlalu setelah menerima rantang itu...
Aku segera berlalu dari dapur..ketika suara seorang lelaki mengagetkanku...
"Hy cantik...lama tidak bertemu...makin segar aja sekarang..." suara rudi yang ramah tapi sarat dengan rayuan cendol bikin aku neg....
"Maaf..aku mau ke atas...Kalau mau makan...sudah aku siapkan..." Aku beringsut menjauh..tapi Rudi menghalangi jalanku...matanya jalang menatapku membuat aku risih..
"Ehem..." Suara dehem dari arah tangga mengejutkan kami spontan kami menoleh keatas....
"Hy brow...baru bangun kau....lecek banget kau...habis perang ya? tenang aku cuma menyapanya kok.." Rudi terkekeh...
" Hy sayang....kenapa samalam tak menelpon ku...aku kangen...." Suara cewek yangvpaling aku benci di seluruh dunia itu kini sudah ada di hadapanku...dengan riangnya di melangkah menaiki anak tangga dan mendekati Aga yang dingin tampa expresi..dan. takbpeduli dengan keberadaanku disana..cup..ciumannya mendarat di pipi Agadisana tangannya pun sudah memeluk tubuh aga sekarang.....darahku mendidih sekarang...apa artinya ini..tak bisakah mereka menghargaiku..bergegas aku menaiki anak tangga dan masuk ke kamarku..menumpahkan kekesalanku dengan membanting pintu kamarku.keras-keras..persetan mereka dengar atau tidak...teganya dia padaku...setelah apa yang kami lakukan semalam kini dia dengan santainya memeluk gadis lainkeras-keras dan semua ternyata tak ada artinya...ya...semalam memang bukan yang pertama aku melakukan nya dengan Aga...sebulan yang lalu dia juga melakukannya dengan keadaan mabuk.. tak sadarkah dia saat itu..jika sedang bersamaku..aku tak ubahnya seperti pelacurbsaja..diingat saat butuh setelah itu ditinggalkan begitu saja seolah tak terjadi apa-apa. kenapa suatu hubungan harus dimulai dengan suatu yang salah...kenapa?..tak bisakah aku menjalani ini dengan normal sama seperti yang lainnya.
Kemarahan ini membakarku sayang...seperti api yang tak terkendali..
tak tahukah kamu...
dengan mudahnya kau menamam benih penderitaan padaku..
menyemainya dengan rasa sakit yangbtak bertepi..
tanpa memupukbya dengan cinta..
hasil apa yang kau harapkan sayangku...
cinta...atau kehancuran....
Seharian aku mengurung diriku di kamar....tampa ada keinginan untuk keluar..dari kamarku.rasa kecewa ini sudah menglahkankamarku rasa lapar di perutku..
"Han...buka pintunya...makan dulu...kamu seharian belum makan...." Suara Aga dari balik pintu...sejak kapan dia peduli padaku...selama ini toch dia cuek padaku...jika teman-temannya datang ia akan menghabiskan waktunya dengan mereka seharian bahkan sering pergi dengan mereka hingga larut...dan sekarang dia pura-pura peduli padaku. setelah dia bermesraan dengan gadis itu...jangan harap aku akan memafkannya kali ini...
"Han....buka pintunya atau aku akan memaksa masuk ke kamarmu...cepat buka.." Suara aga kini semakin terdengar lantang..
"Han.....cepat buka sayang.....jangan paksa aku bertindak kasar..."..
Kasar...??? bukankah selama ini dia selalu kasar denganku...masih belum cukupkah...mataku sudah terasa perih dan bengkak karena seharian ini aku menangisimu...tapi apa kamu tau itu...kurasa tidak...karena wanitabitu berhasil mengalahkan duniamu..
Pintu itu terbuka..aku meraih tanto dan meletakan di keherku...
"Jangan mendekat....!" aku menatap garang Aga dan Mang Ujang dengan sisa tenaga yang aku miliki...
Aga terbelalak kaget...dia sema sekali tak menyangka aku menyimpan benda kecil itu...
"Keluar..dari kamarku atau aku mati dihadapan kalian...." teriaku..aku menekan tanto itu makin rapat di leherku hinggabkurasakan perih...mungkin saat ini leherku tergores...
"Han....oke...aku keluar....kau gila han...kau membahayakan dirimu sendiri....buang pisau itu Han...buang...kita bicarakan semuanya baik-baik..." Aga perlahan melangkah maju...
" Keluar........!!" Aku tak bisa lagi membendung amarahku...leherku semakin perih dan aku mulai mencium bau anyir..Mang Ujang menarik Aga keluar kamar...tinggalah kini aku dalam tangisan tak bertepi...teganya kau hancurkan aku lebih dalam dengan perhatianmu yang palsu...tak cukupkah semua ini....aku capek....bahkan kaubtak tau kini aku mengandung anakmu..belum puaskah kau menyakiti kami berdua...
Entah berapa lama aku mebiarkan air mataku terkuras habis lagi malam ini...hingga akhirnya aku lelah dan tertidur...
"Han...buka pintunya...makan dulu...kamu seharian belum makan...." Suara Aga dari balik pintu...sejak kapan dia peduli padaku...selama ini toch dia cuek padaku...jika teman-temannya datang ia akan menghabiskan waktunya dengan mereka seharian bahkan sering pergi dengan mereka hingga larut...dan sekarang dia pura-pura peduli padaku. setelah dia bermesraan dengan gadis itu...jangan harap aku akan memafkannya kali ini...
"Han....buka pintunya atau aku akan memaksa masuk ke kamarmu...cepat buka.." Suara aga kini semakin terdengar lantang..
"Han.....cepat buka sayang.....jangan paksa aku bertindak kasar..."..
Kasar...??? bukankah selama ini dia selalu kasar denganku...masih belum cukupkah...mataku sudah terasa perih dan bengkak karena seharian ini aku menangisimu...tapi apa kamu tau itu...kurasa tidak...karena wanitabitu berhasil mengalahkan duniamu..
Pintu itu terbuka..aku meraih tanto dan meletakan di keherku...
"Jangan mendekat....!" aku menatap garang Aga dan Mang Ujang dengan sisa tenaga yang aku miliki...
Aga terbelalak kaget...dia sema sekali tak menyangka aku menyimpan benda kecil itu...
"Keluar..dari kamarku atau aku mati dihadapan kalian...." teriaku..aku menekan tanto itu makin rapat di leherku hinggabkurasakan perih...mungkin saat ini leherku tergores...
"Han....oke...aku keluar....kau gila han...kau membahayakan dirimu sendiri....buang pisau itu Han...buang...kita bicarakan semuanya baik-baik..." Aga perlahan melangkah maju...
" Keluar........!!" Aku tak bisa lagi membendung amarahku...leherku semakin perih dan aku mulai mencium bau anyir..Mang Ujang menarik Aga keluar kamar...tinggalah kini aku dalam tangisan tak bertepi...teganya kau hancurkan aku lebih dalam dengan perhatianmu yang palsu...tak cukupkah semua ini....aku capek....bahkan kaubtak tau kini aku mengandung anakmu..belum puaskah kau menyakiti kami berdua...
Entah berapa lama aku mebiarkan air mataku terkuras habis lagi malam ini...hingga akhirnya aku lelah dan tertidur...
Saat ku bangun aku merasakan dekapan hangat seseorang...leherku terasa nyeri...tubuhku capek sekali..ku edarkan pandanganbke sekelilingku..ini bukan kamarku...ya...ini kamar Aga.....
"Sudah bangun...kau harus makan...dari kemarin kau tak makan...aku akan panaskan makannya dulu...kau pasti lapar..." kalimatnya begitu ringan seolah tak terjadi apa-apa diantara kami...saat ini aku hanya mampu diam..tenagaku seperti tersedot habis tampa sisa...
Seharian dia bersamaku..merawatku dengan sabar...dan tak bergeming dari sisiku..dan aku masih enggan untuk membuka suaraku padanya..jujur saja saat ini aku merasa berada seperti di surga...meski kadang rasa sakitvitu muncul lagi saat aku ingat Devi..ah..sampai kapan suamiku menyimpan wanita itu di hatinya
"Sudah bangun...kau harus makan...dari kemarin kau tak makan...aku akan panaskan makannya dulu...kau pasti lapar..." kalimatnya begitu ringan seolah tak terjadi apa-apa diantara kami...saat ini aku hanya mampu diam..tenagaku seperti tersedot habis tampa sisa...
Seharian dia bersamaku..merawatku dengan sabar...dan tak bergeming dari sisiku..dan aku masih enggan untuk membuka suaraku padanya..jujur saja saat ini aku merasa berada seperti di surga...meski kadang rasa sakitvitu muncul lagi saat aku ingat Devi..ah..sampai kapan suamiku menyimpan wanita itu di hatinya
"Marni..tolong ambilkan pulpen dunk..." aku memeriksa barang persediaan ku..sudah waktunya untuk belanja bulanan..sebuah pulpen terjulur padaku tapi hidungku menangkap bau harum yang sangat tak asing buatku...
" Perlu bantuan cantik...?" sapanya pelan..aku hanya menggeleng saja...entahlah..saat ini aku hanya ingin diam..dan senyum manisnya itu yang biasanya selalu ku puja kini tak bisa lagi kurasakan ke indahannya..
"Han...ini rujaknya..ku taruh di meja ya...?" mang ujang datang dengan membawa sepiring rujak buah.. nafsu makanku langsung bangkit..
"Makasih mang..." aku mendekati meja makan dan langsung mencomot rujaknya...mantap...rasanya perutku sekarang sudah tak mual lagi..
"Sejak kapan kamu suka rujak han?" Aga menatapku aneh..Aku hanya angkat bahu saja..tak ku pedulikan apa yang dipikirkannya saat ini...
"Aku akan ganti baju dulu setelah itu aku akan menemanimu makan rujak..jangan di habiskan sendiri..sisakan untuku.." Dia bergegas keatas... lama dia tidak turun-turun apa dia lupa apa yang dikatakannya tadi..huft..dasar...tak bisa di pegang omongannya..ku ambil kunci mobilku dan bergegas pergi...
" Perlu bantuan cantik...?" sapanya pelan..aku hanya menggeleng saja...entahlah..saat ini aku hanya ingin diam..dan senyum manisnya itu yang biasanya selalu ku puja kini tak bisa lagi kurasakan ke indahannya..
"Han...ini rujaknya..ku taruh di meja ya...?" mang ujang datang dengan membawa sepiring rujak buah.. nafsu makanku langsung bangkit..
"Makasih mang..." aku mendekati meja makan dan langsung mencomot rujaknya...mantap...rasanya perutku sekarang sudah tak mual lagi..
"Sejak kapan kamu suka rujak han?" Aga menatapku aneh..Aku hanya angkat bahu saja..tak ku pedulikan apa yang dipikirkannya saat ini...
"Aku akan ganti baju dulu setelah itu aku akan menemanimu makan rujak..jangan di habiskan sendiri..sisakan untuku.." Dia bergegas keatas... lama dia tidak turun-turun apa dia lupa apa yang dikatakannya tadi..huft..dasar...tak bisa di pegang omongannya..ku ambil kunci mobilku dan bergegas pergi...
Senja mulai menjelang saat aku tiba di pekarangan rumah ku..dan kini ada mobil jazz yangvterpakir disana...mobil devi...ah..teganya suamiku mengundang pwrempuan itu kemari..terlalu...aku berlahan melangkahkan kakiku menuju lantai atas...lankahku terhenti ketika ku mendengar desahan dari dalam kamar Aga..Dan saat itu juga aku seperti di hantam sepuahbpalu yang begitu besar hingga hancur berantakan tampa sisa...Aga yang sedang bercumbu dengan Devi pun terlonjak kaget...dia buru-buru bangkit dari ranjangnya..
"Aku berlari sebisa mungkin menjauh dari aga..dan juga rumah terkutuk itu...aku tak akan pernah mau menginjakan kaki dirumah itu..semua berakhir sekarang...hancur tampa sisa....tak ada lagi yangbharus di pertahankan...
"Aku berlari sebisa mungkin menjauh dari aga..dan juga rumah terkutuk itu...aku tak akan pernah mau menginjakan kaki dirumah itu..semua berakhir sekarang...hancur tampa sisa....tak ada lagi yangbharus di pertahankan...
Hari-hari ku kini terasa sunyi...rumah mungil ini pun terasa sunyi... rumah peninggalan orang tua Aga yang di wariskan untuk ku...rumah mungil yang terletak di pinggiran kota..Mama bilang akan memberikan kepada Aga saat bayi kami lahir nanti..sebagai hadiah kejutan..tapi belum sempat bayi ini lahir mama sudah pergi...dan aku rasa Aga tak tau tentang hadiah mama ini... dan aku beruntung punya tempat berteduh sekarang...meski jujur...disaat hamil seperti ini aku ingin ada Aga disini memanjakanku dan menjagaku...tapi cintanya pada Devi ternyata lebih besar dari pada cintanya padaku.. ku elus perutku yang kini mulai membesar...
"Sabar ya sayang....mama akan membuatkan makanan...kamu pasti udah lapar ya..." aku tersenyum merasakan bocahku bergerak di dalam perutku...ah Aga...andai saja kamu tau danada di dekatku saat ini pasti kamu bisa merasakan bayi kita sedang bergerak di dalam sana...
Capek rasanya seharian kerja...ah.....aku memejamkan mataku udara malam ini begitu dingin..dan entahlah.hidungku seperti menabrak sesuatu...harum parfum ini... milik Aga...ah...pasti aku bermimpi sekarang...Aga tidak mungkin ke sini..aku memejamkan mataku...menikamati hembusan angin yang menyejukan badanku..aku tak ingin bangun...aku takut...jika aku bangun...bau ini akan hilang...aku tak mau...anak ku dan aku sangat merindukan bau ini...sangat...meski cuma dala mimpi aku ingin menikmatinya...
"Sabar ya sayang....mama akan membuatkan makanan...kamu pasti udah lapar ya..." aku tersenyum merasakan bocahku bergerak di dalam perutku...ah Aga...andai saja kamu tau danada di dekatku saat ini pasti kamu bisa merasakan bayi kita sedang bergerak di dalam sana...
Capek rasanya seharian kerja...ah.....aku memejamkan mataku udara malam ini begitu dingin..dan entahlah.hidungku seperti menabrak sesuatu...harum parfum ini... milik Aga...ah...pasti aku bermimpi sekarang...Aga tidak mungkin ke sini..aku memejamkan mataku...menikamati hembusan angin yang menyejukan badanku..aku tak ingin bangun...aku takut...jika aku bangun...bau ini akan hilang...aku tak mau...anak ku dan aku sangat merindukan bau ini...sangat...meski cuma dala mimpi aku ingin menikmatinya...
Saat aku terbangun aku merasa tak asing dengan kamar ini...apa aku mimpi..ini kamar Aga... benar....ini kamar aga...aku tak mau disini...aku tak mau....aku bangkit dan berlari ke luar kamar...tapi belum sempat aku mencapai pintu sebuah tangan kokoh menariku...
"Lepaskan aku...aku mohon...aku tak mau disini Aga....aku tak mau....lepaskan....aku tak mau...." air mataku tak bisa ku bendungblagi...susah payah selama ini aku membuang bayangan itu dan dia dengan seenaknya membawaku kembali kesini..
"Ini rumah kita Han...dan aku tak akan membiarkan kamu pergi lagi..." dia membawaku kembali ke kamar...
"Bunuh saja aku Ga...kumohon....jangan siksa aku lagi...aku tak sanggup lagi.... biarkan aku pergi...aku tak mau disini...aku benci kamar ini... lepaskan aku....bunuh saja kami Ga...jangan siksa kami lagi...." Aku terus meronta...aku tak mau ada di kamar ini...saat ini kurasakan sakit di sekuruh tubuh dan hatiku...
"Hanum...aku tak akan membiarkanmu mati..apalagi sekarang ada anak kita Han...han...maafkan aku...beri aku kesempatan untuk menebusnya..jangan seperti ini sayang.." Aga mendekapku erat, aku berusaha meronta dari pelukannya...tubuh ini tak lagi senyaman dulu...tak lagi sehangat dulu...aku mendorong tubuhnya dan berusaha bangkit..tapi rasa nyeri teramat sangat menyerang perutku...
" Han....sabar sayang...kita kerumahbsakit sekarang...Mang...!!!!...siapkan mobil sekarang...cepat...!" Aga membopongku membawaku turun...saat ini kurasakan tenagku seperti tersedot...
"Biarkan aku mati...ku mohon...aku sudah lelah ga...capek...biarkan aku pergi bersama anak kita...biar kamu puas bersam devi..." kurasakan bajuku kini mulai basah..
"Bertahanlah sayang.....ku mohon...beri aku kesempatan menebusnya...cuma kamu dan anak kita yang aku punya saat ini...jangan hukum aku seperti ini..." aga memeluku erat...
"Aku tak sanggup lagi ga...biarkan aku pergi...." kurasakan tubuhku terasa ringan...aku tak ingat apa-apa lagi selain rasa tenang dan damai...tak ku dengar lagi suara berisik aga ...
"Lepaskan aku...aku mohon...aku tak mau disini Aga....aku tak mau....lepaskan....aku tak mau...." air mataku tak bisa ku bendungblagi...susah payah selama ini aku membuang bayangan itu dan dia dengan seenaknya membawaku kembali kesini..
"Ini rumah kita Han...dan aku tak akan membiarkan kamu pergi lagi..." dia membawaku kembali ke kamar...
"Bunuh saja aku Ga...kumohon....jangan siksa aku lagi...aku tak sanggup lagi.... biarkan aku pergi...aku tak mau disini...aku benci kamar ini... lepaskan aku....bunuh saja kami Ga...jangan siksa kami lagi...." Aku terus meronta...aku tak mau ada di kamar ini...saat ini kurasakan sakit di sekuruh tubuh dan hatiku...
"Hanum...aku tak akan membiarkanmu mati..apalagi sekarang ada anak kita Han...han...maafkan aku...beri aku kesempatan untuk menebusnya..jangan seperti ini sayang.." Aga mendekapku erat, aku berusaha meronta dari pelukannya...tubuh ini tak lagi senyaman dulu...tak lagi sehangat dulu...aku mendorong tubuhnya dan berusaha bangkit..tapi rasa nyeri teramat sangat menyerang perutku...
" Han....sabar sayang...kita kerumahbsakit sekarang...Mang...!!!!...siapkan mobil sekarang...cepat...!" Aga membopongku membawaku turun...saat ini kurasakan tenagku seperti tersedot...
"Biarkan aku mati...ku mohon...aku sudah lelah ga...capek...biarkan aku pergi bersama anak kita...biar kamu puas bersam devi..." kurasakan bajuku kini mulai basah..
"Bertahanlah sayang.....ku mohon...beri aku kesempatan menebusnya...cuma kamu dan anak kita yang aku punya saat ini...jangan hukum aku seperti ini..." aga memeluku erat...
"Aku tak sanggup lagi ga...biarkan aku pergi...." kurasakan tubuhku terasa ringan...aku tak ingat apa-apa lagi selain rasa tenang dan damai...tak ku dengar lagi suara berisik aga ...
Tanah pemakaman itu begitu sunyi...aga bersimpuh di sebuah makam..tangannya tampak menggemgam seikat bunga...wajahnya terlihat begitu sendu...
" Maaf baru datang sekarang...aku sibuk sekali...seharusnya aku rajin kesini..." Aga mengusap batu nisan di depannya..air matanya menetes perlahan...
" Aku memang bukan orang baik kan...melupakan kalian sekian lama...maafkan baru sempat kemari... oya....dapat salam dari menantu dan cucumu...ma...pa...Hanum tak bisabikut karna hari ini hari pertama Ken masuk sekolah...dia sudah tumbuh jadi pemuda kecil yang lucu ma...suatu saat aku akan membawanya kesini...dan Hanum...terimakasih sudah memberiku wanita yang begitu sempurna...Ma..mama tau dia gadi paling nekad yangbpernah ku kenal...aku janji pa, ma...akan menjaga mereka dengan nyawaku...karna mereka sangat untuku.." sepoi angin yang berhembus pagi itu mengiringi lankah Aga meninggalkan komplek pemakaman orang tuanya.
" Maaf baru datang sekarang...aku sibuk sekali...seharusnya aku rajin kesini..." Aga mengusap batu nisan di depannya..air matanya menetes perlahan...
" Aku memang bukan orang baik kan...melupakan kalian sekian lama...maafkan baru sempat kemari... oya....dapat salam dari menantu dan cucumu...ma...pa...Hanum tak bisabikut karna hari ini hari pertama Ken masuk sekolah...dia sudah tumbuh jadi pemuda kecil yang lucu ma...suatu saat aku akan membawanya kesini...dan Hanum...terimakasih sudah memberiku wanita yang begitu sempurna...Ma..mama tau dia gadi paling nekad yangbpernah ku kenal...aku janji pa, ma...akan menjaga mereka dengan nyawaku...karna mereka sangat untuku.." sepoi angin yang berhembus pagi itu mengiringi lankah Aga meninggalkan komplek pemakaman orang tuanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar