Selasa, 07 Oktober 2014

Jodohku

Kalau sudah menyangkut masalah jodoh pasti jadi rumit. Tak bolehkah aku punya pendapat sendiri soal jodoh. Apa pernyataan "siapa cepat dia dapat" berlaku juga buat masalah yang satu ini, trus kalau kita belum dapat apa iya mesti ngembat punya orang seperti yang sedang ngetrend sekarang ini. Sikat sana sikat sini biar dibilang laku. Ampun dech...

Dering ponsel mengejutkanku, tak biasanya kakakku menelponku malam-malam seperti ini. Ada perasaan curiga yang membayangiku dan perasaanku mengatakan ini pasti soal jodoh. Aku membiarkan telepon itu berdering, entah kenapa aku merasa tebakanku benar kali ini.

Pagi yang sibuk. Jam sudah menunjukan pukul 03.30. waktunya bangun. Berpacu dengan waktu sebelum dapat omelan si mak lampir.

"kenapa tadi malam tidak angkat telepon?" Suara kakakku terdengar sedikit marah diseberang sana.
"heheheheh....sory mbak ketiduran, ada apa?" kataku berbohong.
"Ada yang mau mbak kenalkan ma kamu" kata kakakku penuh semangat. Tu kan bener dugaanku ternyata aku bakat juga jadi dukun.
"Gimana kamu mau ndak ?, orangnya sholatnya rajin dan sudah mapan, ganteng,putih tapi ya itu. Dia cuma petani?" celoteh kakakku. Sejak kapan petani bisa putih kulitnya. sapi kali putih...hadeww...
"Yo wis lah aku mau. Tapi dia mau ndak sama aku?" Kataku menimpali. jujur aku ragu apalagi aku cuma pegawai toko baju. apa dia mau sama aku.
"Wis lah gampang, kirimkan fotomu. Dandan sing cantik jangan lupa pake jilbab" kakaku tambah semangat.
"Ya mbak. matur suwun" lemes aku.

Kalau cuma pake jilbab itu dah kebiasaanku meski pakenya baru saat keluar rumah tok tapi ya aku pingin banget kelak bisa pake juga di rumah. Daripada ribet foto lagi aku kirim foto yang ku pasang di facebook ku. hehehehe....

Baru kali ini aku merasakan yang seperti ini, ada perasaan senang, sedih dan juga takut tapi tidak ada salahnya jika aku mencobanya. Jika jodoh ya alhamdullilah jika tidak ya masalah. harus cari lagi soalnya..hehehehe.

Ternyata rumit juga, kirim foto aja susahnya minta ampun. Dari bingung hape kakak ndak bisa trima foto karena bbm trouble sampe mesti minta tolong orang buat ngebluthut foto dan nganter ke tempat kakak. Mau mms jugavtakutnya sana ndak bisa buka. Kalau ku kirim langsung ke tempat dia langsung malah ndak enak. Takut di bilang aku yang ngejar-ngejar. wah....belum apa-apa dah ribet apalagi nanti. Oalah...jodoh ku..kenapa seribet ini. Apa yang lain juga kayak gini atau cuma aku saja.

PAGE 2

"Assalamualaikum?" suara di seberang mengagetkanku. suara cowok....
"Waalaikum salam..." jawabku gugup, jantungku berdebar karenanya. Ya ampun jangan-jangan ini cowok yang mau dikenalin ke aku.
"Ini dian ya?" tanyanya lagi.
"Iya" jawabku singkat
"Gini mbak, kenalin aku Aga temannya mas broto. Kemarin aku ketemu mas broto dan jujur aja aku pingin tau Mbak Di..." kalimatnya begitu tenang, seolah dia sudah pengalaman dengan cewek.
"o..gt..." sebenarnya aku sudah tau kalau dia pasti ingin segera ketemu tapi tetep saja permintaannya membuat ku gugup.
"Jadi gimana mbak, kapan bisa ketemu?" dia meminta kepastian.
"Waduh mas...gimana ya?, saya masih repot belum bisa ketemu sekarang"  alihku.
Ya ampun...terjadi lagi...kenapa aku selalu saja menghindari sebuah pertemuan.
"Ya sudah mbak...kalau sudah ndak repot kabari ya" katanya tenang
"Kalau main ke sini kabari ya..nanti aku jemput" katanyabsebelum menutup telepon.
"Insyaallah....." kataku lesu.
Di jemput seorang cowok... ya ampun...mimpi apa aku. Aku menepuk jidatku..ah...aku berkhayal lagi..

Ya Allah kalau ini orang lain pasti sudah ku blokir no nya tapi ini dia, orang yang dikenalkan kakaku. Bisa panjang urusannya jika sampai aku mendadak ngilang. Ya ampun....kenapa proses ini mesti terjadi...

Aku hanya beberapa kali saja smsan sama Aga setelah itu aku dan dia tidak ada komunikasi. Sampai aku merasa lupa padanya dan juga suaranya. Jujur aku merasa tenang karena tidak di kejar-kejar masalah ini.

"Di...besok ke sini ya. Bantuin kakak. Repot banget ini Seto dan Nani lagi sakit. Kakak ndak ada yang bantuin" suara kakak ku begitu berharap.
"Ya...mumpung libur besok aku akan kesana."  kataku lesu.
Jantungku berdebar saat ingat Aga lagi. Jangan-jangan kakak ku punya modus lagi.
"Teman Mas Broto pingin ketemu kamu ." kata kakakku sebelum menutup teleponnya.
Deg...ya ampun...gimana lagi. Ya Allah bisa kah besok Engkau menghilangkan aku sehari saja agar tidak bertemu dengannya.
"Ya..." Aku menutup teleponnya berharap kalau besok dia ndak bisa datang.
"Ya Allah...jangan besok ya...kapan-kapan aja ketemuannya...please." doaku dalam hati.

Malam itu aku jadi gelisah, kakak ku pasti dah telepon ke Aga atau malah sudah ke rumah Aga buat bikin janji ketemuan..pasti itu...hmmmm pusiiing....

PAGE 3
Sampai di tempat kakak sudah siang, bis nya kayak keong jalannya. Berhentinya lama buat cari penumpang kadang kalau sepi malah dioper ke kendaraan lain..parahnya lagi ongkosnya bisa lebih mahal daripada bis besar.

"Ada yang bisa dibantuin kak?" Tanya ku saat tiba dirumah kakak ku...
"Nanti dulu ajalah...istirahat dulu...baru nyampai juga" jawab kakak ku santai.
"Lha buat seserahan besok?" aku jadi penasaran karena rumah sepi dan belum ada apa-apa buat besok.
"Nanti beli aja di Jalan Manggis biar gampang. Disana apa-apa ada jadi ndak usah ribet. Tinggal nanti malam ambil jadah di tempate Buk Sih."Jawab kakak ku dengan santainya.
"Mbok sekarang aja perginya mumpung masih siang kalau pergi malam mataku kurang awas soale" usulku.
"Yo wis nek gitu. Kamu istirahat aja dulu. Kakak tak bikin daftar belanjaan dulu" kakaku masuk kedalam mengambil secarik kertas dan mulai mencatat apa saja yang mesti di beli.
aku baru saja merebahkan badan saat kakak iparku datang dan membawa seorang temannya.
"Di...kenalan ini Yoga." kata kakak ku ringan.
Aku tersenyum samar sambil menjabat tangannya. Ya ampun...kenapa aku sampai lupa dengan makhluk yang satu ini...ya Rabb...bolehkah saat ini aku ngumpet dulu. Dimana aja bolah kok...kalau perlu sulap aku jadi semut aja...
"Mau kemana?"tanyanya
""Nyari buah buat besok..aku pergi dulu ya" pamitku. pungin cepat-cepat ngilag aku
"Aku temani Di...ayo...kemana nich?, pake motorku aja," Aga nawarin diri.
"Jalan manggis...." Kataku pelan.
Ya ampun...kenepa sich kok kamu harus ikut..bisa mati kutu aku...dasar ni orang.
"Ya udah ayo...." Dia dah siap di atas motor.
Mau tak mau aku pun nurut aja. Dah lama aku dak kesini. Aku jadi lupa jalan, ingatanku samar-samar tentang tanah kelahiranku. Selama bersamanya aku sempatkan untuk mencuri perhatian kearahnya. Tingginya mungkin sedikit diatasku. Diantara saudaraku aku yang paling tinggi. orangnya biasa aja. Kulitnya bersih, berat badannya juga proposional. Tidak gemuk, manis sich meski jauh dari kata macho seperti artis idolaku sharuhk khan atau jeet lee tapi lumayan lah tidak malu-maluin saat di bawa buat di pamerin ke orang. Tapi apa dia memilihku, sedari tadi dia juga diam saja. Apa dia menyesal bersamaku saat ini karena aku tidak secantik yang ada dipikirannya. Ah...pusing.

Motor melaju pelan hingga kami tiba lagi di rumah ,  aku menaruh belanjaan ku di meja. Aga duduk diluar di temani Mas broto. Saat aku sedang membongkar belanjaanku terdengar suara seseorang Tak lama kemudian Mas Broto masuk,
"Ada Bude Naning sama Yuni kesini" Raut muka mas Broto jadi sedikit aneh.
Ah mungkin mereka mau tanya soal acara lamaran keponakanku besok..
"Kok bisa kesini sich...ngapain lagi..wong dah jelas Aga ndak mau sama anaknya kok masih nyari aja" Kak Santi ikut menimpali. Aku jadi bengong aja. jadi ini nyangkut Aga to...untungnya tadi aku di dalam tidak ikut nongkrong diluar..Tuhan...matur suwun...
"Aga sebenarnya sudah dikenalkan sama Yuni tapi Aga nya yang tidak mau ma Yuni, makanya kakak berani kenalin ma kamu" jelas kak Santi tampa kuminta.
"Ooo...yo wis lah...biarkan saja mereka bicara dulu. Aku mau ketempat Buk Sih aja ...kangen dah lama tidak kesan" jawabku santai.
Aq segera mengambil helm dan berlalu keluar. Diteras ada Budhe Nuning ma Yuni. Setelah menyalami mereka aku segera mengeluarkan motorku.
"Mau kemana di...?"Tanya Aga
"Ke tempat buk Sih...dah lama ndak kesana , kangen aku"Jawabku tampa melihat ke arah Aga.
"Udah magrib, Di. sholat aja dulu nanti kuantar..."kata Aga
"Ndak usah...aku lagi ndak sholat kok lagi pula nek kemalaman aku ndak bisa liat jalan.." aku segera menstater motorku dan segera berlalu. Ya Tuhan..kenapa hati ku sakit sekali. Apa aku terlalu berharap tapi kenapa jatuhnya begitu cepat. Tak bisa kah aku sedikit bermimpi seperti gadis yang lain...Ah tuhan...apa semua ini efek dari doaku...tapi Tuhan..aku kan cuma minta kalau dia memang bukan jodohku jangan pertemukan kami, nah kenapa tadi dipertemukan,???....Ah tuhan...

Sudah lama ndak ke gang kelinci ini. Semua masih sama, penduduknya, bentuk rumah dan juga orang-orangnya. Saat masuk kesana Aku malah jadi pusat perhatian. Apa aku mirip penampakan ya...hehehe maklum belum mandi dan jilbabku kusut.

Aku memarkir motorku di depan sebuah rumah yang tak pernah berubah dari 30 tahun yang lalu, rumah yang terlihat kuno dan masih kumuh sepertibyang dulu. Berbeda dengan keadaan sekitarnya yang sekarang sudah banyak perubahannya. Meski rumah merka masih tetap sama bentuknya tapi setidaknya sudah pernah direnovasi tidak seperti rumah peninggalan si mbah ku ini.
"Di..parkirnya mundur dikit. Semennya masih basah.!" buk sih sudah teriak duluan dari dalam rumah. Jadi ya mundur lagi dech motor.
Keadaan masih sama seperti dulu,berantakan. Buk sih juga ndak berubah, masih cantik, bu lik juga masih juga kusut kayak dulu ni juga si kecil Reka masih juga jangkung kayak jerapah dan juga suaranya yang khas kekanak-kanakan dan dari dalam muncul pak lik tersayang..jadilah sekarang teletabies...berpelukan....
"Dah jadi to bu makanannya?" tanyaku pada Buk sih yang tampak kecapean.
"Sudah tu...kamu sudah makan, Di?" kata Buk sih.
"Dah Buk..." Jawabku singkat.

Berada diantara mereka sejenak bisa membuatku melupakan apa yang terjadi sekarang. Aku berharap saat ini Aga sudah pulang agar akubtak perlu melihatnya lagi pas nanti aku pulang dan juga esok hari aku berharap tak bertemu dengannya.

sampai dirumah Aga sudah tidak ada mungkin dia sudah pulang duluan. capek juga seharian kelayapan kayak belalang.

Semalaman aku tak bisa tidur entah gara-gara masalah tadi sore atau entah karena dua anak kecing yang sedari tadi terus saja narik-narik rok ku, gigit kakiku dan juga berlarian kesana-kemari. Ya ampun ni kucing...apa ndak capek to..yang liat aja sudah pusing ini yang main kok tambah semangat nyakar-nyakar.

Acara sukses tampa kendala alias lancar, beruntungnya pihak cewek ikut semua permintaan kami. Lega dech..Aga tidak ikut ke acara lamaran karena ada kerjaan sore nanti bisa ketemu lagi tapi ogah ah..kesorean nanti pulangnya.

PAGE 4
"Kenapa tidak angkat teleponku, Di?" Suara Aga di seberang jalan.
"Sory repot..tokonya ramai, aku kerja dulu ya" Aku segera menutup teleponnya tampa berucab salam. Maafin aku Ga. Sebaiknya kita jangan berhubungan. Apa yang dikataka Bu dhe Naning nanti kalau aku merebut calon suami anaknya.Yuni pasti kecewa, aku tau pasti dia pingin banget bersanding dengan Aga kalau tidak mana mungkin mereka mendatangi Aga kemarin.

Hari-hari ku isi dengan kesibukanku kerja dan melayani banyak orang. setidaknya ini membuatku tenang. Aku juga memblokir nomer Aga. Jujur aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Cinta buta, bertolak sebelah tangan. Maafin sikap kasarku Ga..Moga kamu bisa temukan yang terbaik buatmu. Semoga kamu bisa dapatkan bidadari surgamu. Kadang kangen juga ma Aga, sering aku berkhayal seandainya aku jadi istrinya atau minimalbjadi pacarnya seneng banget pasti tapi aku tetap harus bersyukur Tuhan mengijinkan aku bermimpi meski hanya beberapa menit bersamanya.

Besok ponakanku menikah, ah...aku disalip lagi. Nasib dech... tapi tidak apa...mungkin selama ini aku yang terlalu angkuh hingga aku jauh dari jodoh atau juga amalku kurang banyak ya...tau ah...pasrah ajalah...takdir tak akan pernah salah.. jodohku mungkin sekarang juga lagi nunggu aku datang atau mungkin juga dia lagi berharap bisa cepat ketemu. Aku yakin Tuhan pasti memberikan seseorang buatku nanti yang akan menjagaku dan juga jadi imamku. pasti itu...

"Di...kamu bagian apa?"Kakak ku dah ribut dari subuh. Rempong banget apa ya...semua pada beres-beres. Dari semalam aku tidak melihat Aga, mungkin dia tidak datang atau juga mungkin dia sudah menikah sekarang atau barang kali dia ada tapi aku yang tak melihatnya karena terlalu sibuk mondar-mandir. Ah...entahlah...otaku mulai eror lagi kayaknya
"Bagian seksi mondar-mandir aja lah...heheheh" jawabku seenaknya saja.
"Dasar bocah..., dandan gih sana. Kalau perlu di make up juga biar laku nanti, Dagangan soale..."celoteh kakaku.
"Jangan....gini wae lah...malu aku di make up.."Katku sambil ngeloyor pergi. Saatnya beraksi. biar aja yang lainnya sibuk mondar-mandir. aku juga akan mencari kesibukanku sendiri..Mondar-mandir ndak jelas nyari bahan buat di apload ke facebook dan instagram. heheheh...kelakuan dech sok sibuk.

Aku duduk di barisan samping dekat panggung. Dari tempatku duduk aku bisa mengawasi lalu lalang orang yang lewat. Acara sudah dimulai tapi aku belum juga aku menemui sosok yang aku cari selama ini. Kemana dia, apa dia datang terlambat atau malah tidak datang karena ada aku. Aku membuka kembali kameraku, melihat hasil jepretanku kemarin siapa tau aku akan menemukan sosok yang aku cari tapi nihil. Aku tak menemukan pangeran fantasiku. Ah..nasib...
Hingga acara hampir usai aku tak menemukan sosiknya, Ya Tuhan kenapa sakit banget rasanya. Menyesal pun tak ada gunanya tak akan bisa mengembalikan waktu yang sudah hilang. Mungkin pangeranku saat ini sudah menemukan pangeran impiannya dan melupakan aku yang sudah jual mahal dan tidak sopan dengannya. Mungkin....

Suasana sudah sepi. Aku dapat tugas nganter sodara balik kerumah masing-masing. Malam ini bulannya ngumpet. Waduh...kalau malam gini jarak pandangku berkurang dratis..Ya Allah.. semoga kali ini aku tidak nabrak pohon atau pagar rumah orang lagi ya...semoga lancar sampai tujuan..kenapa ya area jembatan ini malah gelap jarang ada rumah, yang padat malah kuburan cinanya. Ya Tuhan... semoga ndak nubruk apa-apa malam ini..

Dirumah kakak masih ramai. Sodara jauh masih pada ngumpul dan aku menangkap sesosok tubuh yang menyiksaku dalam kerinduan selam setahun ini..Ya Tuhan...permainan takdir apa lagi ini..kenapa Engkau hadirka dia lagi...Tak bolehkah aku hidup tenang dengan sisa fantasi yang aku miliku.
"Di...sini dulu...duduk sini bentar..." Pakde mamanggilku.
Aku duduk dekat pak de. Aku tak berani menatap makhuk fantasiku yang sedari tadi duduk tenang di dekat pak de.
"Kenapa sikumu lecet gitu?" Kakakku mulai curiga.
"Tadi...sujud syukur di dekat jembatan..!" Kataku pelan.
"Montornya gimana...?"
"Alhamdullilah...lecet juga...tapi dikit kayak e..kalau aku ndak salah liat sich" jawabku seenaknya..
"Haduw..ya sudah nanti di liat aja. Sing penting sekarang kita bicara soal kamu dulu," kata pak de pelan..
"Maaf montornya jadi lecet.." aku masih menunduk.
"Bukan soal montor nduk, ini Aga datang kesini mau melamar kamu." kata pak de.
Hah....apa ndak salah dengar aku...makhuk fantasiku melamarku...yakinkah dia...apa sekarang telingaku yang eror karena tadi habis jatuh ya. wah...kayak e emang telingaku bermasalah..
"Piye nduk...kamu mau ndak?" tanya pak de.
Aku masih diam sejenak aku melihat Aga yang masih duduk tenang., mata kami berbenturan. Aku menciba mencari kepastian dari apa yang aku dengar sekarang.
"Giman Di, kamu mikir apa?, Dana to? nanti kita pikir bareng soal itu."Kakak ku mencoba menyakinkan aku.
"Bukan itu..." jawabku pelan
"Trus apa?" Tanya Pak de. kayak e semua orang jadi penasaran.
"Motornya..tadi kayak e aku nabrak sesuatu..belum sempat liat pinggirnya sapa tau ada yang nyangkut di situ" jawabku seenaknya.
"Di....Mbok ya sing sungguh-sungguh to, kamu mau ndak sich" Pak De mulai eror sekarang.
"Mau Pak de.. sekarang monggo dilanjut saja. Saya mau kedalam sebentar.." kataku sambil bwrsiap bangkit.
"Mau ngapain...duduk aja dulu" Kata kakakku..
"Hasilnya apa saya nurut aja..maaf saya mau masuk dulu..." Aku segera bangkit dan berlalu pergi. Di dalam Kak Santi menyusulku.
"Giman to...Kok langsung kabur gitu. Tidak sopan tau..dikira sombing nanti"
"Aku kebelet kak...wis ndak bisa ditahan lagi.. " kataku sambil ngeluyur ke kamar mandi...

Dinginnya air membuat badanku terasa segar banget. Luka di sikuku jadi sedikit perih.. ah.. Tuhan sungguh sudah menyiapkan skenario yang sungguh indah kali ini. Sungguh bayaran yang luar biasa dari kerinduanku selama ini. Keluar dari kamar mandi sesosok tubuh sudah berdiri tak jauh dari pintu kamar mandi.Sekilas dia menatapku..
"Ada yang aneh ya?" tanyaku padanya
"Kamu agak kurusan sekarang.."Jawanya ringan..
Aku segera masuk ke kamar..membetulkan jilbabku yang masih belum rapi..
Diluar masih pada berkumpul..mereka masih bergurau dan saling melempar opini...senang juga bisa melihat suasana seperti ini...terima kasih Tuhan...saat aku keluar kamar makhuk satu itu sudah tidak ada...Aku keluar rumah..melihat lagi motor yangvtadi ku bawa. Lecetnya ndak parah.. apa mataku yang dah mulai buram ya...cuma aku saja yang amburadul dan motornya masih mulus..wah...kayak e tadi ada yang usil nich...tapi ndak papa sich..habis di usilin malah dapat berkah..mau banget dech..
"Udah jangan senyum-senyum gitu..motornya tidak apa-apa, tadi sudah ku cek" sebuah suara mengagetkanku.
"Makasih kalau gitu..kenapa kamu diluar..bukanya kau ndak ikut musyawarah di dalam?" tanyaku pada Aga yang berdiri di dekatku.
"Pengantinku di luar trus kenapa aku di dalam" senyumnya tipis terlihat.
"Insyaallah.. masih calon kan.." jawabku sambil menjaga jarak dengannya. Gugup juga aku dekat dia gini.
"Di...masuk, kita rembukan hasilnya dulu..!"Panggilan Pak De memaksa kami untuk membaur kembali dengan para sesepuh...

Pikiranku melayang...apa yang mereka ucapkan aku iyakan..Tuhan..terima kasih kado terindah hari ini..Tuntun aku untuk bisa menjadi bidadari surga bagi Aga, pangera fantasiku. Ijinka aku menjadi makmum yang baik hingga akhir hayatku Ya Rabb..aamiin...Terima kasih Tuhan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar