Pagi yang indah membuat Tito bersemangat untuk menjelajahi hutan dan mengumpulkan makanan sebelum musim kemarau datang.
Tito terkenal baik hati dan ramah, dia suka membantu siapa saja bahkan dia tidak segan membagikan makananan yang didapatkan dengan teman-temannya.
Tito tinggal sendiri, kedua orang tuanya sudah meninggal saat hutan itu diserbu para pemburu. Bukan cuma orang tua Tito yang mati, tapi beberapa hewan juga menjadi korban. Ada yang mati dan ada juga yang tertangkap. Sejak saat itu Tito berjanji akan ikut berperang saat nanti pemburu datang lagi.
Pagi itu Tito mendengar suara menderu dari kejauhan. Sejenak dia menatap langit, langit tampak cerah tidak ada tanda-tanda bakalan hujan.
Pendengarannya yang tajam semakin menangkap suara menderu dan dengan lincah dia melompat dari satu pohon ke pohon yang lain mencoba mencari asal suara tadi, hingga akhirnya dia sampai ditepi hutan. Dari tempatnya dia bisa melihat sebuah benda mendekati hutan, suaranya menderu. Setelah suara menderu hilang munculah manusia dari dalam benda itu, jumlah mereka tidak begitu banyak dan mereka membawa benda panjang. Tito ingat betul benda itu yang membuat orang tuanya mati dan beberapa hewan lainnya mati.
Tito terus mengamati apa yang dilakukan manusia itu, ingin dia segera kembali ke hutan untuk memberi tahu raja hutan tapi niatnya ditahan, dia ingin mengetahui apa yang dilakukan manusia itu. Dengan hati-hati dia turun mendekati mereka dan mendengar semua pembicaraan mereka. Setelah dia mengetahui semua rencana manusia itu segera dia berlari kencang ke hutan mencari raja hutan.
" Raja hutan...Raja hutan...!!!" Tito memanggil raja hutan.
mendengar namanya di panggil raja hutan keluar dari guanya
"Kenapa kau lari seperti itu?" tanya raja hutan. Hewan-hewan lain yang mendengar suara teriakan Tito segera berkumpul di depan gua raja hutan. Mereka ingin tau apa yang sedang terjadi. Tito menceritakan semua yang dilihat dan didengarnya. Raja hutan mangut-mangut dia segera mengatur strategi untuk bisa mengalahkan pemburu-pemburu itu. Tito bertugas untuk mengawasi datangnya para pemburu. Semua anak binatang dikumpulkan di gua dan dijaga oleh beberapa ekor ular.
Semua jebakan sudah disiapkan, para binatang sudah menunggu di pos mereka masing-masing. Tito segera naik ke atas pohon paling tinggi, dari tempatnya bersembunyi dia bisa mengawasi semuanya.
Tak lama kemudian muncul para pemburu. Tito segera memberi tanda, Raja hutan yang mendengar tanda yang dikirim Tito segera memberi aba-aba pada pasukan binatang. Perang pun tak dapat dihindari. Banyak manusia yang terluka, ada yang jatuh dilubang, ketimpa pohon dan juga diserang pasukan lebah. mereka lari pontang-panting menyelamatkan diri.
Auman Raja Hutan membuat hutan itu bergetar. Para pemburu semakin lari menjauhi hutan. Hingga tak tampak lagi jejak mereka. Kemenangan ini disambut gembira oleh seluruh penghuni hutan.
Sejak saat itu hutan kembali damai. Tito diangkat menjadi panglima perang yang bertugas mengintai musuh dan Tito pun tersenyum bahagia mendapat gelar barunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar