Jumat, 26 September 2014

Ayam dan Elang


Pagi itu atahari bersinar terang. Seperti biasa, induk ayam membawa anak-anaknya ke luar mencari makan, mereka berjalan bersama hingga sampailah di suatu tempat yang lapang dan banyak ditumbuhi pohon-pohon besar.

"Nah, anak-anak mulailah mencari makanan dan bermain. Tapi ingat jangan jauh-jauh!" pesan induk ayam. Anak-anak ayam pun mulai berlarian kegirangan memutari tempat itu. Sesekali mereka mengorek tanah untuk mencari biji-biji tumbuhan.

Saat sedang melintasi sebuah pohon besar yang cukup rindang tiba-tiba induk ayam mendengar suara  cit-cit anak burung, karena penasaran induk ayam pun mencari asal suara itu. Hingga akhirnya dia menemukan seekor anak burung yang sedang tergeletak di atas rerumputan di bawah pohon, sayapnya terluka. 

Mungkin dia jatuh dari atas pohon sana saat akan belajar terbang, pikir induk ayam.
Induk ayam pun membawa anak burung itu ke kandangnya, dengan penuh kasih sayang berhari-hari dirawatnya anak burung itu hingga sembuh dan bisa terbang lagi.

"Aku akan membalas semua jasamu induk ayam, terima kasih sudah merawatku selama ini." kata anak burung. Berlahan dikepakan sayapnya dan diapun terbang kembali ke langit. Induk Ayam hanya tersenyum mendengarnya.

"Kembalilah ke tempatmu! Berhati-hatilah!" Induk Ayam melambaikan sayapnya. 

Pagi itu seperti biasa induk ayam membawa anak-anaknya mencari makan di bawah pohon. Anak-anak ayam mulai riuh bersuara. Mereka tampak bergembira. Saling berkejaran dan berlomba mencari makan. sesekali mereka mengepakkan saya mereka yang mungil dan belum sempurna.

Tampa mereka sadari tiba-tiba saja muncul seekor ular yang hendak memangsa anak-anak ayam. Karena panik induk ayam berlari kesana kemari sambil berkotek dengan suara yang nyaring. Anak-anak ayam pun berlarian tak tentu arah menyelamatkan diri. Semua berlari dengan cepat sambil mengepakkan sayap.

Pada saat ular itu hendak menyambar anak ayam, tiba-tiba muncul anak burung dan induknya. Dengan cepat mereka melesat dari udara menerjang ular itu tampa ampun. Mereka mematuk ular itu bergantian. Ular pun tidak tinggal diam, dia melawan sambil sesekali mendesis mengeluarkan racunnya. Pergulatan pun berlangsung segit, induk ayam mulai memanggil anak-anaknya. 

"Hutang budi balas budi!" kata anak burung saat berhasil melumpuhkan ular. Tubuh ular tercabik-cabik terkena paruh dan juga kuku burung yang tajam.

Kemudian dia kembali terbang ke udara bersama induknya sambil mencengkeram bangkai ular tadi. Induk ayam perlahan keluar dari persembunyiannya dan membawa anak-anaknya kembali ke kandang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar