Hamparan rumput hijau yang membentang seakan seperti surga bagi mona dan Bendon, dengan lahapnya mereka memakan rumput yang tampak segar itu.
Saat senja mulai merambah Marno membawa Mona dan Bendon kembali kekandangnya. Kedua kambing itu pulang dengan perut buncit karena kekenyangan.
Malam itu Marno kedatangan tamu. Mereka tampak asyik berbincang di ruang depan, sayup- sayup suara mereka mulai mendekat ke kandang.
"Wah gemuk-gemuk kambingmu ,Mar. Pas itu kalau buat kurban." kata sutris sambil melongok ke dalam kandang. Bau asap rokok yang menyebar ke udara tercium hidung Bendon hingga membuat kambing itu terbangun. Bendon yang mendengar ada suara di depan kandang menengadahkan wajahnya, dia bangkit melihat keluar dilihatnya Marno dan Sutris sedang berbincang di luar kandang. Mereka tampak asyik berbincang soal hari qurban nanti. Sejenak dilihatnya mona yang tampak terlelap tidurnya,tampaknya dia tidak terpengaruh oleh suara diluar kandang. Bendon bernafas lega karena mona tidak mendengar pembicaraan diluar kandang.
Sejak malam itu Bendon agak gelisah, hari raya kurban tinggal beberapa hari saja. Dia agak lega ketika dilihatnya mona begitu tenang, tetap semangat menghabiskan rumput yang diberikan Marno. Tak terlihat sedikitpun rasa gelisah dan takut tergambar di wajahnya.
Mona menatap Bendon yang tampak murung, dilihatnya Bendon tak berselera makan hari ini, biasanya mulut kambing itu tak berhenti mengunyah tapi rumput yang disediakan Marno pun juga tak dihabiskannya. Mona sebenarnya juga tau kalau besok Marno akan menyeeahkannya ke masjid untuk dijadikan hewan kurban tapi dia tidak ingin kelihatan gelisah apalagi Bendo sampai tau hal ini, kenapa mesti takut jadi hewan Qurban bukankah balasannya adalah surga,pikir mona.
Pagi itu Marno tampak semangat sekali, dia memasuki kandang dengan senyum sumringah. Dia membawa Mona ke padang rumput seperti biasanya dan meninggalkannya di sana sementara dia akan mengantar bendon ke masjid kampung sebelah karena bendon sudah di pesan Haji Somad,
"Mon...hari ini kamu harus makan yang banyak ya, kamu harus sehat dan segar." Marno membelai Mona dan mengikatnya kuat-kuat.
Setelah Marno pergi membawa Mona tinggalah Bendon sendirian di kandangnya. Bendon pun menulis pesan untuk Mona di kandang mereka," Mona sayang...kamu harus sehat, makan yang banyak ya. Kita akan bertemu di surga nanti." Baru beberapa saat Bendon selesai menuis pesannya Marno masuk ke dalam kandang dan membawanya pergi.
Hari ini hari kurban. Sepanjang jalan Bendon berharap Mona akan membaca pesannya saat dia masuk ke kandang, Bendon tidak tau kalau Mona juga masuk dalam daftar hewan kurban hari ini. Harapannya dia akan bertemu mona si kambing betina di surga nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar