Rabu, 04 Maret 2015

Asal kau tahu

Agar kau Mengerti

Kata orang hidup kayak kopi, pahit tapi nikmat. Pahit saat kita mengahadapi masalah dan nikmat saat kita bisa mendapatkan kebagiaan dari kepahitan itu. Begitu juga dengan Abdul, meskipun sedah di tinggal istrinya selingkuh tapi dia tetap menganggap itu suatu kenikmatan karena dia beranggapan jodoh tak mungkin tertukar dan dia yakin Tuhan pasti sudah menyiapkan jodoh terbaik buatnya dan dia selalu berpikir dia akan mendapatkan ganti yang lebih baik dari yang dulu termasuk body dan juga wajahnya.

Seperti biasa dengan langkah tegap dia melangkahkan kakinya.
“Berangkat Kang?” sapa seorang perempuan muda yang kebetulan berpapasan dengan Abdul yang hendak ke sawahnya pagi itu.

Abdul yang merasa di sapa hanya melirik sekilas perempuan yang berdiri tak jauh darinya. Sudut matanya mengamati perempuan itu lekat-lekatnya. Tinggi perempuan itu sama seperti istrinya yang dulu, rambutnya juga sama dan juga bentuk tubuhnya juga sama. Dia hanya berdehem sejenak dan berlalu.

“Hmm..dia bukan jodohku. Dia sama seperti istriku yang dulu. Bukankah kata orang kalau Tuhan mengambil sesuatu pasti akan memberikan gantinya yang lebih baik lagi?” bathin Abdul
Dia pun segera berlalu tanpa membalas sapaan si gadis yang masih terpaku di tempatnya. Si gadis hanya memandangkepergiiannya dengan raut heran.


“Ih..orang aneh. Jelek aja sombong.Pantesan istrinya kabur. Kalaun dia seperti itu siapa yang mau sama dia, dah jelek, sombong lagi..Ih” si gadispun berlalu. Dalam hati dia berjani tak akan lagi mau nenyapa Abdul yang sombongnya minta ampun itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar