Agar kau Mengerti
Kata orang hidup kayak kopi, pahit tapi nikmat. Pahit saat
kita mengahadapi masalah dan nikmat saat kita bisa mendapatkan kebagiaan dari
kepahitan itu. Begitu juga dengan Abdul, meskipun sedah di tinggal istrinya
selingkuh tapi dia tetap menganggap itu suatu kenikmatan karena dia beranggapan
jodoh tak mungkin tertukar dan dia yakin Tuhan pasti sudah menyiapkan jodoh
terbaik buatnya dan dia selalu berpikir dia akan mendapatkan ganti yang lebih
baik dari yang dulu termasuk body dan juga wajahnya.
Seperti biasa dengan langkah tegap dia melangkahkan kakinya.
“Berangkat Kang?” sapa seorang perempuan muda yang kebetulan
berpapasan dengan Abdul yang hendak ke sawahnya pagi itu.
Abdul yang merasa di sapa hanya melirik sekilas perempuan
yang berdiri tak jauh darinya. Sudut matanya mengamati perempuan itu
lekat-lekatnya. Tinggi perempuan itu sama seperti istrinya yang dulu, rambutnya
juga sama dan juga bentuk tubuhnya juga sama. Dia hanya berdehem sejenak dan
berlalu.
“Hmm..dia bukan
jodohku. Dia sama seperti istriku yang dulu. Bukankah kata orang kalau Tuhan
mengambil sesuatu pasti akan memberikan gantinya yang lebih baik lagi?” bathin
Abdul
Dia pun segera berlalu tanpa membalas sapaan si gadis yang
masih terpaku di tempatnya. Si gadis hanya memandangkepergiiannya dengan raut
heran.
“Ih..orang aneh. Jelek aja sombong.Pantesan istrinya kabur.
Kalaun dia seperti itu siapa yang mau sama dia, dah jelek, sombong lagi..Ih” si
gadispun berlalu. Dalam hati dia berjani tak akan lagi mau nenyapa Abdul yang
sombongnya minta ampun itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar